IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, Ini Penjelasan BEI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menerima surat permohonan penundaan IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) pada 1 September 2026 karena perseroan belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Laporan keuangan per 28 Februari 2026 yang digunakan dalam proses IPO hanya berlaku hingga 31 Agustus 2026, sehingga melewati masa berlakunya. Emiten manufaktur alat kesehatan asal UGM ini menargetkan pendanaan hingga Rp45,22 miliar melalui penawaran saham sebesar 323 juta lembar atau 30,3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga saham ditawarkan dalam kisaran Rp130-Rp140 per lembar dengan masa book building 24-27 Agustus 2026. PT Sukadana Prima Sekuritas (AD) ditunjuk sebagai underwriter. Dana IPO akan digunakan untuk modal kerja (Rp15,8 miliar), pembelian bahan baku (Rp5 miliar), peralatan produksi (Rp2,3 miliar), operasional (Rp4,6 miliar), SDM (Rp500 juta), sistem informasi (Rp400 juta), pemasaran (Rp2 miliar), dan pengembangan portofolio produk (Rp1 miliar). Untuk belanja modal, alokasi mencapai Rp12,2 miliar, termasuk pembangunan gedung manajemen dan distribusi di Cangkringan, Sleman sebesar Rp10,7 miliar. Produk unggulan yang sedang dikembangkan meliputi stent jantung, EVD, dan ventilator neonatal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.35
IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, BEI: Belum Dapat Pernyataan Efektif dari OJK
Berita terkait
Perusahaan Afiliasi UGM, Swayasa Prakarsa, Siap IPO & Bidik Dana Rp 45,22 Miliar
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 10.27
Perusahaan Milik UGM Mau IPO, Incar Dana Rp 45 M
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 19.29
Perusahaan Kesehatan Berbasis Riset UGM Siap Melantai di Bursa
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 10.23
SWAP Bersiap Melantai di BEI, Bawa Bisnis Healthcare Berbasis Riset
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 18.30