Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi 7 Syarat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran menegaskan tidak akan membuka Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi tujuh syarat yang diajukan dalam perjanjian sementara pada Juni lalu. Syarat-syarat ini disampaikan dalam sidang umum PBB, dan Iran berjanji akan membuka kembali Selat Hormuz serta memulihkan lalu lintas maritim normal dalam waktu tujuh hari setelah semua persyaratan terpenuhi. Posisi ini disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang juga meminta AS agar tidak mengukur waktu dalam proses negosiasi dan tidak mendikte tuntutan sepihak. Juru Bicera Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa posisi Iran telah disampaikan melalui mediator, namun masih ada poin tambahan yang perlu dibahas dengan AS. Iran juga membantah kabar bahwa ia menawarkan inspeksi fasilitas nuklir kepada PBB sebagai imbalan pencabutan sanksi AS, dan menegaskan bahwa isu nuklir belum dibahas secara langsung dengan Washington. Menurut dokumen, terdapat masa tujuh hari untuk membangun kepercayaan dan memperbaiki kesepakatan damai yang dilaksanakan pada Juni lalu, termasuk terkait program nuklir Iran. Iran dan AS tidak memiliki perbedaan pendapat soal isi rencana, namun kesepakatan mengenai urutan langkah yang harus dilakukan menjadi perdebatan terbuka.
Bagikan
Berita terkait
Harga Saham Naik Gila-gilaan, Perdagangan Emiten Ini Digembok Bursa
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 08.57
Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ekspor Timur Tengah Meningkat
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.53
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 08.50
Harga Naik Terus, BEI Pantau Ketat Saham Bioskop CGV (BLTZ)
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 08.43