Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ekspor Timur Tengah Meningkat

Harga minyak dunia turun pada Senin (5/10/2026) seiring meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dan pelepasaan cadangan strategis oleh negara-negara G7. Harga minyak Brent menguat turun 0,34% menjadi US$ 101,90 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot 0,68% menjadi US$ 90,49 per barel. Keputusan G7 untuk melepas 100 juta barel cadangan strategis serta janji tidak menerapkan pembatasan ekspor energi menjadi faktor pendorong utama penurunan harga tersebut.

Analis KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan bahwa kombinasi pelepasaan cadangan strategis dan pemulihan volume ekspor Arab Saudi yang kembali mendekati tingkat sebelum perang cukup untuk menekan harga minyak saat ini. Meskipun demikian, risiko kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur energi di kawasan Teluk belum sepenuhnya hilang. Kelompok Houthi juga melaporkan peluncuran serangan balistik dan drone ke fasilitas Saudi Aramco di Arab Saudi sebagai respons atas serangan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Di sisi lain, Aramco secara mendadak memangkas harga minyak mentah untuk pasar Asia bulan November ke level terendah dalam enam tahun. OPEC+ menunda tinjauan produksi 2027 akibat ketidakpastian pasca-perang di Timur Tengah. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyatakan bahwa Ukraina akan semakin menggencarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait