Ironi Kemerdekaan: Sejuta Sarjana Indonesia Masih Jadi Pengangguran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDIP, menyoroti angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026 mencatat 7,22 juta penduduk tidak bekerja, dengan 1.033.182 di antaranya merupakan lulusan diploma hingga doktoral. Fenomena ini disebut ironis mengingat kemerdekaan Indonesia seharusnya ditandai dengan pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga kerja produktif.
Dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta Selatan, Megawati mengaku heran dan telah menugaskan tim untuk menelusuri penyebab utama ke lapangan. Ia menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi adalah kunci agar pendidikan tidak berhenti sebagai gelar semata, melainkan menjadi motor pembangunan.
Selain isu pengangguran, Megawati juga menyinggung lemahnya penegakan hukum di Indonesia akibat praktik penyalahgunaan kekuasaan. Namun, fokus utamanya tetap pada upaya mengatasi pengangguran sarjana untuk mendukung kemajuan peradaban bangsa.
Bagikan
Berita terkait
Megawati Bongkar Masalah Lapangan Kerja dan Hukum yang Disalahgunakan
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.20
BPS Ungkap 1 Juta Lulusan S1-S3 di RI Masih Nganggur
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.16
Saat Ijazah S1 Tak Lagi Jaminan: Cerita Sarjana Jualan Sempol hingga Jaga Toko
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.35
Megawati Minta Kader PDIP Bedah Akar Persoalan Banyak Orang Pintar tapi Menganggur
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 23.17