Israel Serang Suriah karena Turki, AS Tenangkan Semua Pihak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jet tempur Israel melancarkan delapan serangan udara terhadap Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Serangan tersebut merusak fasilitas pangkalan termasuk infrastruktur landasan pacu dan area penyimpanan, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Israel beralasan serangan dilakukan karena Suriah mengizinkan pengerahan pasukan Turki ke pangkalan yang berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki tersebut, yang dianggap melampaui batas kesepakatan status quo keamanan di kawasan.
Turki membantah keras tuduhan Israel dan menilai klaim tersebut tidak berdasar serta hanya digunakan untuk membenarkan serangan terhadap kedaulatan Suriah. Ankara menyerukan komunitas internasional mengambil sikap tegas untuk menghentikan eskalasi agresi Israel. Amerika Serikat melalui Utusan Khusus Tom Barrack juga mengkritik serangan tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu dan kontraproduktif terhadap stabilitas regional, seraya mendesak semua pihak menahan diri.
Dari Damaskus, Menteri Luar Negeri Suriah Assad al-Shibani memperingatkan adanya konsekuensi atas serangan Israel dan menegaskan Suriah akan tetap menempuh jalur diplomatik. Pemerintah Suriah juga melaporkan telah menyiagakan pasukan pengamanan di kawasan Idlib untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi susulan.
Bagikan
Berita terkait
Tewas dalam Serangan AS-Saudi di Irak, 5 Jasad IRGC Dipulangkan ke Iran
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 16.40
Iran Bantah Luncurkan Rudal Balistik ke UEA, Terus Siapa?
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 11.44
Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Netanyahu Sebut Ancaman Pasukan Turki
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.40
Menlu China Wang Yi Akan Kunjungi Jakarta, Hadiri Dialog Strategis RI-China
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 00.18