Tewas dalam Serangan AS-Saudi di Irak, 5 Jasad IRGC Dipulangkan ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak baru-baru ini telah menewaskan lima personel Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Media pemerintah Iran melaporkan pada hari Jumat (31/7/2026) bahwa jenazah kelima anggota IRGC tersebut telah dipulangkan ke Iran melalui perbatasan Mehran di Provinsi Ilam. Sebelumnya, AS dan Arab Saudi mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka menyerang para milisi yang didukung Iran di Irak sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap Saudi. Serangan itu menargetkan posisi milik Hashed al-Shaabi, koalisi bersenjata Irak yang mencakup kelompok pro-Iran, menewaskan sedikitnya 20 militan termasuk lima warga Iran, dan melukai 32 lainnya. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak dan upaya yang disengaja untuk memperluas perang regional. Iran menekankan bahwa serangan itu melanggar Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB dan aturan hukum internasional. Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak juga mengonfirmasi kerusakan material pada pangkalan mereka di tujuh provinsi, termasuk Baghdad, Nineveh, dan Basra, dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu.
Bagikan
Berita terkait
Pejabat Kerajaan: Iran dan Proksinya Sedang Bersiap Menyerang Arab Saudi
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 14.41
IRGC Tepis Klaim Presiden Trump Mengenai Pembicaraan Iran-AS
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.30
Iran Tak Percaya AS, Rudal-Drone Digenjot untuk Hadapi Perang Lebih Besar
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.04
Mengapa Iran Tidak Ingin Berada Situasi Tidak Perang dan Perdamaian Semu?
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 08.20