Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Istana Buka Suara soal Kemenkeu Ambil Alih Saham Kereta Cepat

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih saham Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari konsorsium BUMN, seperti yang diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 6 Agustus. Pengambilalihan ini membuat skema penanggungan utang proyek berada di bawah Kemenkeu, dengan detail teknis yang akan diatur oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Saat ini, 60% saham KCIC dimiliki konsorsium Indonesia (PSBI) dan 40% oleh konsorsium China.

Proses pengalihan saham melibatkan Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sehingga tidak menjadi beban langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur AHY mengonfirmasi restrukturisasi keuangan dan koordinasi antar kementerian. Purbaya memastikan bahwa meskipun dikelola oleh pemerintah, utang proyek tidak dialihkan ke APBN karena SMV memiliki kemampuan keuangan sendiri.

Target penyelesaian pengalihan kepemilikan saham adalah pertengahan September. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal sebagai Whoosh, melibatkan konsorsium PSBI yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nusantara, serta mitra China Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait