Jaga Pasokan Energi di Tengah Geopolitik Global, Pertamina Patra Niaga Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat tata kelola perusahaan dalam mengamankan pasokan BBM dan LPG. Langkah ini diambil guna menghadapi dinamika geopolitik global yang berisiko mengganggu rantai pasok energi dan ketersediaan minyak mentah di pasar global.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa situasi darurat tidak boleh mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Perusahaan menerapkan mekanisme pengendalian ketat, termasuk pembagian tugas (segregation of duties), persetujuan berjenjang, dan dokumentasi proses untuk memastikan setiap keputusan strategis tetap bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.
Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, mendukung langkah ini dengan menekankan bahwa kecepatan operasional dan tata kelola harus berjalan beriringan. Fokus utama adalah membangun sistem kontrol sejak awal agar ketahanan energi nasional terjaga tanpa mengompromikan integritas hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 September 2026 pukul 22.31
Pertamina Patra Niaga Waspadai Gangguan Pengadaan Minyak, BBM, dan LPG
Detik.com · 22 September 2026 pukul 22.14
Situasi Global Memanas, Pertamina Perkuat Pasokan BBM-LPG
JawaPos · 22 September 2026 pukul 21.31
Pertamina Patra Niaga Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola Pasokan Energi
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 21.11
Pertamina dan KPK Perkuat Tata Kelola demi Jaga Pasokan Energi
Berita terkait
Pertamina Patra Niaga dan KPK Perkuat Tata Kelola Pengamanan Pasokan Energi
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 20.36
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Naik Lagi? Ini Kata Bahlil
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 14.27
RI Sudah Punya BBM Campuran Bioetanol, Ini Produknya
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.45
Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Energi di Makassar, Antrean SPBU Berangsur Normal
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 13.00