RI Sudah Punya BBM Campuran Bioetanol, Ini Produknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengembangan BBM campuran bioetanol 50% (E50) berdasarkan keberhasilan program biodiesel B50. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diminta menyusun langkah-langkah serupa untuk mempercepat penerapan E50 guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor. Saat ini, Indonesia sudah menerapkan E5 secara komersial melalui Pertamax Green 95 (5% bioetanol) di sekitar 170 SPBU di Jawa Timur dan Jakarta dengan harga Rp19.150 per liter (September 2026). CEO Pertamina NRE John Anis menyatakan perusahaan siap mendukung target E50 dengan mengembangkan bioetanol dari berbagai bahan baku seperti tebu, aren, singkong, jagung, dan sorgum. Untuk memenuhi kebutuhan nasional, diperlukan 20-30 pabrik bioetanol baru dalam dua tahun ke depan, yang akan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengurangi impor bahan bakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 21.37
Krisis BBM Mencekik Eropa, Kini Giliran Avtur Alami Kelangkaan
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 20.37
Bahlil Beber Alasan Prabowo Mau Buat Bensin dari Batu Bara
kumparan · 21 September 2026 pukul 16.41
Pertamina Pastikan Harga BBM Nonsubsidi per 21 September 2026 Tidak Berubah
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.27
Beredar Kabar Harga Pertamax cs Naik Hari Ini, Pertamina: Tidak Benar!
Berita terkait
95 Persen SPBU Sudah Distribusikan B50, Sisanya Tinggal di Papua dan Maluku
kumparan · 12 September 2026 pukul 10.36
RI Mau Terapkan Mandatori BBM Tebu Bioetanol, Ini PR Besarnya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.20
Harga BBM Biosolar B50 di SPBU Pertamina, Berlaku 31 Juli 2026
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.30
Bukan Main! Amran Bilang E50-B50 Sukses RI Bisa Hemat Rp500 Triliun
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 11.30