Jepang Pangkas Pajak Makanan Jadi 1% Mulai Tahun Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Jepang memutuskan mengurangi pajak konsumsi makanan dari 8% menjadi 1% selama dua tahun mulai April 2027. Pengurangan ini disetujui dalam rapat kabinet luar biasa dan akan memberikan manfaat pajak efektif 0% bagi masyarakat berpendapatan rendah dan menengah. Pemerintah akan meninjau seluruh pos belanja dan sumber penerimaan untuk menyalurkan anggaran, dengan penentuan sumber pendanaan final dalam proses penyusunan APBN 2027. Perdana Menteri Sanae Takaichi optimistis dapat menyediakan anggaran melalui reformasi. Keadanren khawatir dampak pada jaminan sosial dan meminta penjelasan sumber pendapatan pengganti. Kebijakan akan diwujudkan melalui RUU reformasi perpajakan pada musim gugur. Pajak makanan takeout dipotong 1%, sementara dine-in tetap 10%, menimbulkan kekhawatiran penurunan pelanggan restoran.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 650 Triliun pada 2027
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 14.05
Data Ekonomi Jepang Jadi Sorotan, Bursa Asia Mayoritas Menguat
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 08.21
SBY Respons Ambisi Prabowo Kejar Ekonomi 6%: Saya Melihat...
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 00.00
SBY Nilai Arah Ekonomi Prabowo Makin Jelas, Target Pertumbuhan 6% Dinilai Ambisius
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 21.33