Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, BI dan Kemenkeu Siapkan 5 Pilar Sinergi Kebijakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan menyiapkan lima pilar sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional menghadapi ketidakpastian global. Pilar tersebut meliputi optimalisasi kebijakan fiskal dan moneter, penguatan sektor eksternal, kecukupan likuiditas, pengendalian inflasi, serta pendalaman pasar keuangan.
Fokus utama mencakup penjagaan momentum pertumbuhan ekonomi dan penguatan ketahanan sektor eksternal melalui perdagangan internasional serta aliran modal asing. BI memberikan insentif biaya hedging bagi dana asing yang masuk ke pasar domestik untuk instrumen seperti SBN, SRBI, saham, dan pinjaman luar negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
Detik.com · 25 September 2026 pukul 13.01
Dolar AS Hampir Rp 18 Ribu, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 12.53
Ekonom: Modal asing masuk RI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas BI
Berita terkait
Saleh Husin Optimistis Suahasil Dengarkan Dunia Usaha dalam Kebijakan Fiskal
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 17.31
Aida S Budiman Tegaskan Stabilitas Fiskal-Moneter Sejalan Buat Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 21.32
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
BI Catat Uang Beredar Capai Rp 10.448 Triliun, Efek Kredit Tumbuh Pesat
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.45