Jokowi Masuk PSI, Pengamat Ungkap Efeknya Jika Gantikan Kaesang Jadi Ketum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Joko Widodo masuk PSI sebagai kader pada Oktober 2025 dan menunjukkan KTA di hadapan kader di Bandung. Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai kehadiran Jokowi bisa meningkatkan elektabilitas PSI, terutama jika ia menjadi Ketua Umum. Saat ini Jokowi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina dengan pencalonan untuk November 2026, sementara Kaesang Pangarep tetap menjadi Ketua Umum. Dedi menyatakan Jokowi memiliki basis loyalis kuat dan tidak sejauh ini PSI punya kekuatan tokoh. PSI sedang mempersiapkan struktur untuk Pemilu 2029 dengan mendorong kader bekerja di tingkat komunitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.50
Jokowi Santai Merespons Wacana Ambang Batas Parlemen: Mau 5% Mau 8% Oke!
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 19.19
Konon, Elektabilitas PSI Bisa Meningkat Andai Jokowi Jadi Ketum Geser Kaesang
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.03
PSI Diprediksi Tetap Sulit Lolos ke Senayan meski Jokowi Sudah Pamer KTA
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.03
Sindiran Jubir PDIP ke Jokowi usai Pamer KTA PSI: Harusnya Ijazah
Berita terkait
PSI Umumkan Jokowi Sudah Resmi Jadi Kadernya, Pengamat: Psywar untuk Parpol Koalisi Prabowo di DPR
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 00.00
Elektabilitas Cuma 2,3%, Jokowi Pede PSI Lolos Senayan: Yang Penting...
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.55
Elektabilitas Cuma 2,3%, Jokowi Tetap Pede PSI Lolos Senayan: Yang Penting...
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.55
Elektabilitas PSI Malah Turun Jadi 2,3 Persen, Pengamat: Endorsement Jokowi Tak Efektif Lagi
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 07.50