Elektabilitas PSI Malah Turun Jadi 2,3 Persen, Pengamat: Endorsement Jokowi Tak Efektif Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami penurunan menjadi 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan perolehan Pemilu 2024 sebesar 2,81 persen. Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan dukungan bagi partai yang kini dipimpin putra bungsunya tersebut.
Penurunan ini diduga terjadi karena efektivitas dukungan atau endorsement Jokowi yang mulai memudar di mata publik. Jamiluddin menyebut kredibilitas dan integritas Jokowi tergerus akibat berbagai kontroversi, termasuk polemik dugaan ijazah palsu serta kritik terhadap kebijakan era pemerintahannya seperti revisi UU KPK dan penggunaan UU ITE yang dianggap membatasi kritik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 25 September 2026 pukul 13.21
PSI soal PT 7%: NasDem Gak Lolos, Tak Banyak yang Sedih, tapi Suara Terbuang
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 22.48
Parliamentary Threshold Berpotensi Naik, Sekjen PSI Pede Efek Kaesang dan Jokowi di 2029
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 22.07
Respons Ambang Batas Parlemen, Jokowi: Serahkan Saja ke DPR
kumparan · 24 September 2026 pukul 20.21
Raja Juli soal Usulan PT Naik: Insyaallah PSI Siap, Pak Jokowi Full Endorse
Berita terkait
Capek-capek Jokowi Keliling Indonesia, 34,8% Publik Ogah Pilih PSI
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.25
Survei PPI: 34,8% Warga Tak Tertarik Pilih PSI meski Jokowi Safari Politik
kumparan · 5 September 2026 pukul 16.51
PSI Disebut Mulai Dapatkan Efek Jokowi, Dekati Ambang Batas Parlemen
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.08
Elektabilitas Cuma 2,3%, Jokowi Pede PSI Lolos Senayan: Yang Penting...
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.55