Jokowi Pintar Membaca Survei, Disebut Pantau Pergerakan Prabowo-Gibran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur LSI Djayadi Hanan menilai Jokowi kemungkinan masih memantau data survei mengenai pemerintahan Prabowo-Gibran. Selama menjabat, Jokowi dikenal memperhatikan hasil survei sebagai bahan baca situasi politik. Survei terbaru menunjukkan penurunan approval rating Prabowo-Gibran yang dipengaruhi kondisi ekonomi, perubahan jumlah kelas menengah, serta implementasi program MBG dan Koperasi Merah Putih.
Jokowi dinilai memiliki kepentingan agar pemerintahan Prabowo-Gibran berlangsung hingga 2029 mengingat Gibran sebagai wakil presiden. Djayadi menilai Jokowi tidak berposisi sebagai patron, namun dapat memberikan masukan atau alternatif solusi bagi persoalan yang dihadapi pemerintah. Suara mantan presiden tetap berpotensi didengar oleh pemerintahan berjalan.
Eksperimen survei mengungkap "Jokowi Effect" yang meningkatkan suara PSI sekitar 10 persen, dengan elektabilitas mencapai 4,1 persen. Data ini menunjukkan Jokowi masih memiliki modal politik yang signifikan dan menjadi faktor pembacaan posisi politiknya menjelang dinamika Pemilu dan Pilpres 2029.
Bagikan
Berita terkait
Isu Prabowo-Gibran Pecah Kongsi Disebut Skenario Politik, Ini Analisis Pengamat
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.08
Prabowo Bisa Pilih Lagi di 2029, Jokowi Jaga Nilai Tawar Gibran
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Elektabilitas PSI Tembus 4,1 Persen, tetapi Itu Tak Menjamin Hasil Pemilu 2029
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 20.30
Jokowi Uji "Kesaktian", Pertaruhan Bawa PSI Melenggang ke Senayan
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 14.52