Ingat ya, Manuver Jokowi Saat Ini Baru Langkah Awal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tambahan modal politik bagi partai tersebut. Menurut peneliti senior Citra Institute, Efriza, kehadiran Jokowi membawa jaringan politik, pengalaman, dan daya tarik elektoral yang dapat membantu PSI memperluas jaringan dan daya jangkauannya. Namun, kehadiran Jokowi belum otomatis menjamin kemenangan PSI dalam Pemilu 2029. Efriza menekankan bahwa popularitas seorang figur tidak langsung bertransformasi menjadi suara partai. PSI perlu membangun organisasi hingga tingkat akar rumput, termasuk memperkuat struktur, mengembangkan kader, membangun basis pemilih, dan menyusun program yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Tanpa langkah konkret di bidang organisasi dan program, kehadiran Jokowi tetap tidak cukup untuk memastikan performa optimal PSI di pemilu mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 12.00
Di Balik Kepercayaan Diri Jokowi dan PSI, Megawati Didesak Selamatkan PDIP Menuju 2029
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 23.25
Ancaman Partai Lain, Jokowi Pamer KTA Bisa jadi Bentuk 'Undangan' Kader Lain untuk Bergabung
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 16.39
Terbongkar Alasan di Balik Pamer KTA PSI! Hendri Satrio Sebut Jokowi Sengaja Incar Bandung: Itu Kandang Prabowo!
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 16.00
Tak Masalah Kalau Jadi Ketum, Jokowi Nyatakan Akan Serius Besarkan PSI
Berita terkait
Jokowi Bangun Kekuatan dengan PSI, Ada Pesan Tersembunyi Buat Prabowo?
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.00
PSI Dapat Suntikan Jokowi, Demokrat-PAN-PKS Deg-degan?
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 15.38
Dari Pidato Budi Arie hingga Deklarasi Lewat PSI: Jokowi Siap Berpisah dengan Prabowo
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.40
Jokowi Masuk PSI, Pengamat Ungkap Efeknya Jika Gantikan Kaesang Jadi Ketum
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 19.49