Jokowi Sindir Pihak Suka Salah Gunakan Kekuasaan, PDIP: Sedang Menasihati Dirinya Sendiri?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan bahwa kekuasaan besar seharusnya tidak digunakan untuk menjatuhkan atau menyakiti pihak lain. Dalam pernyataannya, Jokowi menekankan bahwa seseorang yang memiliki kekuatan harus bijaksana dalam menggunakannya, dan tidak boleh merasa memiliki keleluasaan untuk bertindak sesuka hati. Pesan ini disampaikan dalam konteks mengingatkan para pemimpin agar tidak menyalahgunakan otoritas yang dimiliki.
Pesan Jokowi ini justru mendapat kritik dari sejumlah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Salah seorang politikus senior PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyindir dengan bertanya apakah Jokowi sedang menasihati dirinya sendiri. Deddy menyoroti ironi dari pernyataan Jokowi mengenai penyalahgunaan kekuasaan, mengingat rekam jejak politiknya saat menjabat sebagai presiden.
Kontroversi ini muncul setelah Jokowi secara tegas menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki tidak boleh digunakan untuk menekan atau membinasakan orang lain. Ia menggunakan analogi dalam bahasa Jawa, "Yang pertama lamun siro sekti ojo mateni," yang berarti seseorang yang kuat seharusya tidak mudah untuk menyakiti atau membunuh orang lain. Pernyataannya ini kemudian menjadi sorotan publik, terutama dari kubu PDIP yang merasa pesan tersebut relevan sebagai refleksi bagi Jokowi sendiri.
Bagikan
Berita terkait
Jokowi: Kekuasaan Itu Hanya Sementara, Hanya Sampiran
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 03.44
Jokowi: Tak Boleh Mentang-Mentang Kita Punya Kekuasaan Kemudian Kita Pakai untuk Menjatuhkan Orang
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 03.35
Di Ponpes Kebumen, Jokowi Sampaikan 3 Petuah Jawa: Jangan Merasa Paling Pintar
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 19.00
Kata-Kata Bijak dari Jokowi: 'Punya Kekuasaan Jangan Buat Jatuhkan Orang, itu Tak Baik, Kekuasaan Sementara!'
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 15.05