Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kado HUT RI ke-81, Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan Strategis

Pemerintah Indonesia mencapai swasembada pada 8 dari 11 komoditas pangan strategis menjelang HUT RI ke-81. Berdasarkan Proyeksi Neraca Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 4 Juni 2026, komoditas yang sudah swasembada antara lain beras (surplus 3,66 juta ton), jagung pakan (surplus 1,56 juta ton), gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah. Stok beras Bulog mencapai rekor tertinggi sekitar 5,24 juta ton, setara lebih dari dua bulan konsumsi nasional, sehingga Indonesia tidak perlu impor beras medium sejak akhir 2025.

Namun, capaian ini mendapat catatan kritis dari pengamat. Harga beras di pasaran terus naik selama tujuh bulan beruntun dan menjadi penyumbang inflasi, sementara stok melimpah tidak tersalurkan optimal ke masyarakat. Definisi swasembada pemerintah juga dinilai longgar karena mengacu standar FAO yang masih mengizinkan impor hingga 10 persen, berbeda dengan UU Pangan yang mendefinisikan swasembada sebagai kemandirian tanpa impor.

Tiga komoditas utama masih dalam kondisi defisit signifikan, yaitu kedelai (defisit 2,49 juta ton, ketergantungan impor 90-97%), bawang putih (defisit sekitar 694.770 ton, hampir 100% impor dari China), dan daging sapi/kerbau (defisit 183.379 ton). Pengamat menilai pengejaran swasembada ketiga komoditas ini membutuhkan waktu lebih dari lima tahun dan harus dimulai dari riset serta inovasi benih lokal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait