KAI Kantongi Pendapatan Rp 18 Triliun di Semester I 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248275/original/011028300_1749574545-IMG-20250610-WA0038.jpg)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat realisasi pendapatan konsolidasi KAI Group mencapai sekitar Rp 18 triliun pada Semester I 2026. Jumlah pelanggan mencapai 258.993.359 orang, meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (240.805.920 pelanggan). Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan pertumbuhan ini menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas, keandalan, keselamatan, dan integrasi layanan transportasi nasional, dengan tema 'Semakin Melayani'.
KAI mengembangkan sumber pendapatan non-angkutan melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, dan penciptaan peluang bisnis baru. Transformasi perusahaan dilakukan melalui peningkatan kualitas armada, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata The Nusantara Explorer, dan pemanfaatan aset untuk Transit Oriented Development (TOD).
Dalam layanan penumpang, KAI menekankan keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan. Pada peringatan HUT ke-81 KAI di Bandung, ditandai dengan penyerahan rekor MURI untuk program EduTrain dengan peserta terbanyak di Kereta Cepat Whoosh, memberikan pengalaman transportasi modern kepada anak-anak panti asuhan.
Bagikan
Berita terkait
Anker Sambut Gembira Pemangkasan Headway KRL Green Line: Happy Banget!
Detik.com · 26 September 2026 pukul 13.08
Nasib Transportasi RI: 92 Trainset KAI Berusia 40 Tahun-Butuh Permak
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.45
Dirut KAI: Kebutuhan KRL di 2026 105 Trainset, Baru Ada 102
kumparan · 23 September 2026 pukul 18.42
Pendapatan Telkom Tembus Rp75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Naik jadi Rp10,6 Triliun
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 12.33