Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Kampung Nelayan hingga Swasembada Garam, KKP Perketat Pengawasan 6 Program Utama

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan terhadap enam program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa pengembangan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan hanya fokus pada pembangunan fisik. Salah satu program andalan adalah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas ekonomi nelayan, bukan sekadar perbaikan permukiman. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029.

Program lain yang dikelola KKP meliputi integrasi tambak udang dan revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, budidaya tematik di 40.000 desa, modernisasi kapal penangkap ikan, dan swasembada garam. Trenggono menjelaskan bahwa setiap program memiliki model pengembangan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat. Contohnya, pengembangan kawasan nelayan di Biak dilakukan dengan memetakan kebutuhan masyarakat terlebih dahulu, sehingga infrastruktur yang dibangun tidak hanya berupa fasilitas permukiman tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi seperti stasiun pengisian bahan bakar, pabrik es, cold storage, dan bengkel nelayan.

KKP juga mempertimbangkan penerapan teknologi seperti Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya. Trenggono menegaskan bahwa program swasembada protein ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional tetapi juga menjadi sumber devisa negara. Di sisi lain, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Ashaf mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas, objektivitas, dan sistem pengawasan yang kuat agar kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program tidak terganggu.

Berita terkait