Kapitalisasi Pasar Bursa Korsel Menguap Rp 18.000 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejak mencapai puncaknya pada Juni, kapitalisasi pasar saham Korea Selatan turun sekitar US$1 triliun atau Rp18.000 triliun. Meski demikian, pasar ini tetap menjadi acuan utama bagi investor global dalam investasi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, terutama melalui saham Samsung Electronics dan SK Hynix yang berpengaruh terhadap sentimen perdagangan teknologi dunia.
Volatilitas tinggi akibat perdagangan leverage dan keterkaitan SK Hynix dengan Wall Street membuat pergerakan Kospi memengaruhi bursa global, dengan korelasi kuat antara Kospi dan indeks seperti Nasdaq 100 serta Nikkei 225. Investor dan strategis dari lembaga keuangan seperti JPMorgan dan HSBC kini semakin memperhatikan pasar Korea dalam pemantauan investasi AI.
Pemerintah Korea Selatan menghentikan sementara penerbitan ETF leverage untuk meredam volatilitas. Meskipun Kospi telah turun 25% sejak Juni, indeks ini masih mencatat kenaikan 62% sepanjang tahun dan diperkirakan tetap menjadi barometer penting bagi investasi AI karena peran kunci Samsung dan SK Hynix dalam rantai pasok chip memori global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 13.15
Raksasa Teknologi Bersiap Buka Laporan Keuangan, AI Bikin Untung?
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 10.45
Mantan Istri Bos Teknologi 'Cuma' Terima Rp 11,5 T Padahal Ingin Lebih
Berita terkait
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 62 Triliun Buat Hadapi Krisis Dunia
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 21.00
Naik17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.26
Naik 17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.26
Bursa Asia Ambrol! Kospi Korea Terjun 10%, Ini Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 11.07