Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 62 Triliun Buat Hadapi Krisis Dunia

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyiapkan dana investasi sebesar 5 triliun won (sekitar Rp62 triliun) untuk mendukung pengembangan sektor semikonduktor nasional. Dana ini ditujukan untuk perusahaan material, komponen, peralatan, dan perusahaan fabless (tanpa fasilitas fabrikasi). Langkah ini dilakukan seiring upaya mempercepat pembangunan pusat manufaktur chip baru di berbagai wilayah negeri. Krisis kelangkaan chip global yang dipicu oleh lonjakan permintaan untuk pengembangan AI telah menyebabkan harga chip naik drastis dan berdampak pada harga jual produk elektronik konsumen.

Sebagai bagian dari megaproyek semikonduktor yang diresmikan Presiden Lee Jae Myung sejak Juni 2026, total investasi yang direncanakan mencapai US$576 miliar (sekitar Rp7,2 triliun). Proyek ini melibatkan perusahaan teknologi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, serta jaringan pemasok dan pemerintah daerah. Investasinya akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi chip baru, termasuk pabrik utama di wilayah barat daya Korsel. Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas pembiayaan perdagangan senilai 5 triliun won bagi pemasok industri.

Untuk mendukung operasional pabrik chip yang membutuhkan energi dan air besar, pemerintah menjamin pasokan infrastruktur. Kluster Gwangju-Jeolla Selatan akan memiliki pasokan air hingga 650.000 ton per hari pada 2030, sementara Kluster Yongin akan disuplai listrik sebesar 14,7 GW pada 2041. Pemerintah juga mendorong pengesahan Undang-Undang Zona Spesial Mega untuk mempercepat perizinan dan pembangunan infrastruktur. Proyek-proyek bernilai lebih dari 350 triliun won di seluruh Korsel dijadwalkan untuk dimulai tahun ini, termasuk proyek R&D senilai 57 triliun won.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait