Kasus Keracunan MBG di Papua, Sudaryono Sebut Makanan Dimasak Terlalu Awal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316570/original/092454400_1785946244-IMG_20260805_192911_3.jpg)
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dipicu oleh proses memasak yang dilakukan terlalu awal, yaitu pada pukul 19.00 WIB sebelum disajikan pada pukul 11.00 WIT keesokan harinya. Akibatnya, makanan sudah rusak dan basi, menyebabkan beberapa siswa mengalami keracunan. Selain itu, kebiasaan siswa membawa pulang porsi MBG dan dikonsumsi terlambat (pukul 15.00-16.00) memperparah kerusakan mikrobiologis makanan, bahkan menyebabkan keracunan pada anggota keluarga. Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa semua proses makanan harus berjalan sesuai standar, dengan batas waktu konsumsi maksimal 4 jam, dan akan diberlakukan label 'best before' pada setiap kemasan. Guru tidak boleh dibebani urusan teknis operasional MBG, tetapi tetap peranannya dalam edukasi di sekolah.
Bagikan
Berita terkait
Kejadian Keracunan MBG di Sumut Diduga Karena Ikan Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 09.01
Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35
Buntut Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35
Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan seusai Santap MBG
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.41