Kasus Keracunan MBG di Papua, Sudaryono Sebut Makanan Dimasak Terlalu Awal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316570/original/092454400_1785946244-IMG_20260805_192911_3.jpg)
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dipicu oleh proses memasak yang dilakukan terlalu awal, yaitu pada pukul 19.00 WIB sebelum disajikan pada pukul 11.00 WIT keesokan harinya. Akibatnya, makanan sudah rusak dan basi, menyebabkan beberapa siswa mengalami keracunan. Selain itu, kebiasaan siswa membawa pulang porsi MBG dan dikonsumsi terlambat (pukul 15.00-16.00) memperparah kerusakan mikrobiologis makanan, bahkan menyebabkan keracunan pada anggota keluarga. Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa semua proses makanan harus berjalan sesuai standar, dengan batas waktu konsumsi maksimal 4 jam, dan akan diberlakukan label 'best before' pada setiap kemasan. Guru tidak boleh dibebani urusan teknis operasional MBG, tetapi tetap peranannya dalam edukasi di sekolah.
Bagikan
Berita terkait
198 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung Dihentikan 20 Hari
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 11.36
105 Siswa-8 Guru Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementara
Detik.com · 27 September 2026 pukul 08.08
SPPG di Batang Ditegur Buntut Keracunan, SPPG di Tulungagung Disetop
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.55
Kepala SPPG di Rembang Dicopot Buntut 105 Siswa-8 Guru Keracunan MBG
Detik.com · 26 September 2026 pukul 16.32