Kata-kata Jokowi di Tengah Panasnya Politik: Kalau Bisa Berbuat Baik Kenapa Harus Berbuat Jelek?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan damai di tengah dinamika politik yang sering dipenuhi perbedaan pendapat. Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam kehidupan politik dan tidak bisa dihindari. Ia menjelaskan bahwa dalam politik, selalu ada yang pro dan kontra terhadap suatu kebijakan atau tokoh, serta masyarakat yang memiliki berbagai penilaian dan preferensi.
Menurut Jokowi, yang lebih penting dari sekadar menentukan posisi pro atau kontra adalah bagaimana cara menyampaikan ketidaksetujuan agar tidak berubah menjadi pertikaian personal. Presiden yang kini sudah tidak lagi menjabat ini mengakui sering menerima serangan verbal berupa fitnah, hinaan, dan cacian. Namun, ia tidak membalas dengan cara yang serupa, melainkan tetap menekankan pentingnya menggunakan kata-kata yang baik.
Inti dari pesan Jokowi adalah melalui pertanyaannya dalam bahasa Jawa: 'Iso ngendiko apik kenapa sih ngendiko sing elek, nggih mboten nggih?' yang berarti 'Jika bisa berbuat baik, kenapa harus berbuat jelek?' Jokowi mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pilihan dalam menyampaikan pendapat, dan sebaiknya memilih jalan yang positif dan konstruktif.
Bagikan
Berita terkait
Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Ada Isu Suplai dari Hambalang Tak Dirasakan Solo
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 02.00
Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Tahunan MPR dan HUT RI di Istana
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 14.16
Jokowi: Banyak Fitnah, Banyak Hinaan, Banyak Cacian Sampai ke Saya
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 04.04
Jokowi: Jangan Suka Mendahului, Kadang Itu Bisa Menyakiti Orang Lain
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 02.43