Kaya Minyak, Irak Malah Krisis: Rp 1.078 T Pendapatan Hilang
Detik.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Irak mengalami krisis ekstrem akibat gangguan perang AS vs Iran di Selat Hormuz sejak Februari 2026. Jalur perdagangan utama terhenti, menyebabkan hilangnya pendapatan minyak sebesar US$60 juta (Rp1.078,68 triliun) atau 90% dari cadangan negara. Rantai pasok barang kebutuhan pokok terputus, meningkatkan biaya dan waktu pengiriman 25-30%. Supermarket di Baghdad mengalami penurunan penjualan impor dari 90% menjadi 70%, beralih ke produk lokal dengan kualitas lebih rendah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 08.40
Irak di Ambang Darurat Ekonomi usai Kehilangan Pendapatan Minyak Rp1.067 Triliun
Berita terkait
Rupiah Melemah 0,42%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 17.04
Kurs Rupiah Ambruk, USD Tembus Rp 17.903
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 16.23
Rupiah melemah dipengaruhi eskalasi konflik antara Iran dengan AS
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 15.52
Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Trump Pilih Lanjut Negosiasi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.36