Irak di Ambang Darurat Ekonomi usai Kehilangan Pendapatan Minyak Rp1.067 Triliun
SINDOnews± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Irak menghadapi darurat ekonomi setelah kehilangan pendapatan minyak senilai USD60 miliar (Rp1.067 triliun) akibat konflik AS-Israel melawan Iran yang menutup Selat Hormuz. Lebih dari 90% anggaran federal Irak bergantung pada ekspor minyak, sehingga jaringan logistik internal terdampak parah. Penyumbatan rute ekspor menyebabkan kelangkaan barang impor dan kenaikan harga 25-30%. Perdana Menteri Ali al-Zaidi menyatakan tantangan ekonomi luar biasa menghampiri krisis.
Bagikan
Berita terkait
80 Negara Panik Bunyikan Alarm Krisis Energi Global, Kepung PBB Desak Selat Hormuz Dibuka
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 08.01
Menyerap Risiko Geopolitik Imbas Krisis Selat Hormuz
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.53
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Pertamax Diramal Bisa Rp20.000
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.40
Jalur Siluman Selat Hormuz: Rahasia Ekspor 4 Juta Barel Minyak di Tengah Perang Iran
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 07.39