Kebakaran Desa Adat Sade Picu Kerugian Ekonomi, Pemulihan Dinilai Tak Mudah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, menyebabkan kerugian ekonomi besar. Aktivitas wisata dan budaya yang menjadi daya tarik utama terhenti, mengganggu rantai ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata. Ekonom Celios Nailul Huda menilai kerugian mencapai Rp 30-an miliar untuk bangunan fisik, namun kerugian ekonomi lebih besar akibat berhentinya aktivitas budaya. Restorasi harus mempertahankan karakter adat, tidak boleh modernisasi berlebihan. Pemindahan wisata sementara tidak dapat menggantikan pengalaman di Desa Sade yang melekat dengan lokasi dan tradisi. Pemerintah perlu memberikan dana, waktu, dan strategi pemulihan yang khusus serta memperkuat sistem mitigasi kebakaran tanpa mengorbankan nilai budaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.50
Pemerintah Siapkan Rencana Bangun Ulang Desa Sade NTB yang Terbakar
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 09.25
Produk UMKM Bulfest 2026 Laris Manis, Perputaran Ekonomi Tembus Rp3,6 Miliar
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.56
Karya Tenun Tunjung Ungu & Desain Praja Mandala Mengantongi Sertifikat Hak Cipta
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 13.29
Pemerintah siapkan rencana pemulihan Desa Adat Sade di Lombok Tengah
Berita terkait
Festival Sakura Matsuri 2026 Tingkatkan Aktivitas Bisnis dan Pariwisata di Kota Jababeka
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 13.13
Kebakaran Adat Desa Sade, Manuskrip Lontar Berusia Ratusan Tahun Hangus Terbakar
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 07.31
Desa Adat Sade Terbakar, Kementerian PU Belum Dapat Arahan Bangun Ulang
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 04.00
Korban Kebakaran Sade Harap Hunian Segera Dibangun, Alat Tenun-Dagangan Ludes
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 20.50