Kejar Kebutuhan B50, Pemerintah Dorong Batu Bara Diolah Jadi Metanol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mendorong pemanfaatan batu bara tidak hanya untuk energi, tetapi juga diolah menjadi produk turunan seperti metanol guna mendukung program bahan bakar nabati B50. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan dukungan terhadap langkah ini, termasuk inisiatif anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ia mencontohkan China yang mengalokasikan sekitar 30 persen batu baranya untuk produksi turunan, sebagai referensi bagi Indonesia. Pemerintah mendorong proses gasifikasi batu bara menjadi synthetic gas, lalu metanol, dan akhirnya DME (dimethyl ether). Metanol juga dibutuhkan untuk kebutuhan B50 yang akan diterapkan.
Bagikan
Berita terkait
Gasifikasi Batu Bara di Kaltim Hasilkan Metanol Ekonomis
JawaPos · 1 September 2026 pukul 10.45
Sumber Melimpah, Pemerintah Dukung Gasifikasi Batu Bara
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.33
BUMI Bakal Sulap 7,7 Ton Batu Bara Kalori Rendah Jadi Metanol
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.05
RI Berlimpah Batu Bara, Tapi Hilirisasinya Belum Terealisasi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.50