Sumber Melimpah, Pemerintah Dukung Gasifikasi Batu Bara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menegaskan Indonesia memiliki cadangan batu bara melimpah yang belum dimanfaatkan untuk gasifikasi. Ia membandingkan dengan China yang mengonsumsi 4.400 miliar metrik ton batu bara per tahun, di mana 33% dipakai untuk produksi industri dan sisanya untuk energi. Saat ini Indonesia belum pernah melakukan gasifikasi batu bara secara massal, padahal potensinya besar.
Pemerintah mendorong BUMN, khususnya PTBA, mengembangkan gasifikasi batu bara menjadi gas sintetis, metanol sintetis, hingga Dimetil Eter (DME). Program ini relevan dengan kebijakan B50 yang mencampur metanol dengan CPO atau RDPO. Saat ini pada tahap B40, Indonesia masih mengimpor 2,8 juta ton metanol berbasis gas per tahun. Gasifikasi batu bara diproyeksikan mengurangi ketergantungan impor sekaligus menambah nilai hilirisasi sumber daya domestik, sambil menunggu percepatan proyek blok Masela.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi untuk Mendukung Hilirisasi Energi
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 16.30
Seskab Teddy Bertemu Haji Isam, Bahas Investasi hingga Hilirisasi
Berita terkait
RI Berlimpah Batu Bara, Tapi Hilirisasinya Belum Terealisasi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.50
BUMI Bakal Sulap 7,7 Ton Batu Bara Kalori Rendah Jadi Metanol
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.05
Wow, China Ternyata Konsumsi Batu Bara 4,4 Miliar Ton/ Tahun
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.55
Hilirisasi Dikebut, Pemerintah Minta Danantara Percepat Investasi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.13