Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Kejar Swasembada Bawang Putih, Mentan Amran Cari Bibit Unggul ke China dan India

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah masih menghadapi kendala dalam mencapai swasembada bawang putih, terutama akibat keterbatasan bibit unggul. Meskipun anggaran ditambah hingga dua kali lipat, produksi bawang putih tidak bisa dipercepat seperti padi atau jagung karena proses pembibitan yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mencari bibit unggul dari luar negeri, termasuk China dan India, sekaligupun memulai budidaya bibit tersebut di dalam negeri. Kebutuhan bibit bawang putih nasional relatif kecil dibandingkan padi, namun ketersediaannya tetap menjadi tantangan utama. Pemerintah berupaya memperbanyak bibit yang diperoleh untuk meningkatkan produksi mulai 2028.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), mendorong pemerintah untuk memanfaatkan sumber bibit dari dalam negeri, seperti di kawasan Sembalun, Lombok, dan NTB yang diketahui memiliki bibit berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan lahan pengembangan bawang putih yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga begitu bibit tersedia, proses tanam dapat dilakukan segera. Selain itu, ia meminta lembaga riset pertanian untuk mempercepat pengembangan bibit unggul lokal.

Sementara itu, sektor hortikultura masih menjadi fokus pemerintah karena Nilai Tukar Petani (NTP) hortikultura turun 2,84 persen pada Agustus 2026. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh fluktuasi produksi dan harga komoditas, seperti kasus surplus bawang merah yang menyebabkan penurunan harga di tingkat petani. Untuk menanggapi hal ini, pemerintah meningkatkan anggaran hortikultura hampir dua kali lipat, dengan harapan dukungan ini dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi para petani.

Berita terkait