Kelola Kualanamu Sejak 2021, Operator Bandara India Komit Perluas Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6618485/original/038618500_1779450010-IMG_6922.jpg)
Operator bandara asal India, GMR Group, menyatakan komitmen untuk memperluas investasi di Indonesia setelah mengelola Bandara Internasional Kualanamu sejak 2021. Business Chairman GMR, Srinivas Bommidala, menyebut Indonesia sebagai mitra strategis India di kawasan ASEAN dan menjadi fokus utama pengembangan bisnis internasional perusahaan. Menurutnya, pengelolaan Bandara Kualanamu hanyalah langkah awal karena Indonesia memegang posisi penting dalam strategi pengembangan jaringan bandara global GMR.
Selain Indonesia, GMR juga berekspansi ke Filipina dan Yunani sebagai bagian dari strategi membangun jaringan pengelolaan bandara lintas negara. Proyek teranyar mereka adalah Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, India, yang diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi dan diproyeksikan menjadi pintu gerbang utama penghubung Asia Selatan dengan Asia Tenggara. Bandara greenfield tersebut rampung dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan, termasuk seluruh infrastruktur akses jalannya.
Bagikan
Berita terkait
Komisi XI sebut PFII bisa beri insentif hingga kewarganegaraan ganda
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.41
PFII Beroperasi Perdana di Jakarta, Investor Asing Mulai Antre
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.34
Sepanjang Agustus 2026, Asing Ternyata Net Buy Rp 1,56 Triliun
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.20
Rekomendasi Saham Hari Ini: PTRO, BRPT, hingga TUGU
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.52