Kemarahan Warga di Medsos hingga Demo 27 Agustus, Pakar: Hal Biasa, Tak Selalu Jadi Tanda Bahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gelombang kemarahan di media sosial menjelang demo 27 Agustus 2026 tidak otomatis menjadi indikator kerusuhan, kata pakar Unair Prof Henri Subiakto. Kemarahan digital berfungsi sebagai katarsis, memungkinkan masyarakat mengekspresikan kekecewaan tanpa aksi fisik. Media sosial juga rentan konten rage bait yang sengaja memancing reaksi emosional demi meningkatkan engagement atau keuntungan ekonomi, bukan agenda politik. GERAM menggelar demo di depan DPR/MPR dengan perkiraan 1.000 peserta, menuntut kehadiran langsung para anggota DPR untuk dialog.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 16.01
Masyarakat Diajak tidak Termakan Hoaks Potongan Video Politik Viral Budi Arie
Berita terkait
Kata TNI hingga Polri Soal Rencana Demo 27 Agustus 2026
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 20.00
Ditanya Kelengkapan Pajak Vespa Klasik, Gaya Komunikasi Wamen Haji Dahnil Anzar Tuai Kritik Keras Netizen
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 12.54
Gerindra Merespons Intuisi Budi Arie soal Percepatan Pemilu 2029, Tegas!
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 09.25
Pigai Peringatkan Keras Budi Arie Projo: Siapkan Saja 2029, Kita Tarung Fair, Jangan Ganggu Pemerintah!
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 08.54