Kemendiktisaintek Dorong Tempe Tembus Pasar Global, Ragi Tempe Aset Biologis Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong pengembangan tempe sebagai produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat menembus pasar global. Dalam talkshow 'Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan', Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani menekankan pentingnya melindungi ragi tempe sebagai aset kedaulatan biologis Indonesia untuk mencegah pencurian genetik (biopiracy). Ragi tempe, khususnya Kapang rhizopus, dianggap memiliki nilai strategis sejalan dengan cadangan sumber daya alam lainnya.
Pengembangan ragi tempe dilakukan melalui kolaborasi riset, inovasi, dan industri, termasuk inisiatif tim periset Universitas Indonesia (UI) yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek). Kemendiktisaintek menekankan bahwa kekayaan mikroba Indonesia merupakan bagian dari kekayaan biodiversitas nasional yang harus dilindungi agar hasil riset dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
Lindungi ragi tempe agar tidak disalahgunakan oleh pihak luar, sekaligus memaksimalkan manfaatnya bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 20.51
Kemendiktisaintek Dorong Tempe Indonesia Tembus Pasar Global
Berita terkait
Kemarau Melanda, Sumsel Siapkan Pompa Air dan Kios Beras untuk Jaga Pasokan Pangan
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 20.45
Belum Genap 2 Tahun Memimpin, Andra Soni Resmikan 7 Daerah Irigasi
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.05
Tambak Udang Raksasa Dibangun di NTT, Telan Biaya Rp 7,2 T
Detik.com · 2 September 2026 pukul 15.25
PIK2 Tanam Kersen hingga Buni di Median Sudirman demi Lindungi Burung di Lingkungan Urban
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 12.12