Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemendiktisaintek Dorong Tempe Tembus Pasar Global, Ragi Tempe Aset Biologis Indonesia

Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong pengembangan tempe sebagai produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat menembus pasar global. Dalam talkshow 'Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan', Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani menekankan pentingnya melindungi ragi tempe sebagai aset kedaulatan biologis Indonesia untuk mencegah pencurian genetik (biopiracy). Ragi tempe, khususnya Kapang rhizopus, dianggap memiliki nilai strategis sejalan dengan cadangan sumber daya alam lainnya.

Pengembangan ragi tempe dilakukan melalui kolaborasi riset, inovasi, dan industri, termasuk inisiatif tim periset Universitas Indonesia (UI) yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek). Kemendiktisaintek menekankan bahwa kekayaan mikroba Indonesia merupakan bagian dari kekayaan biodiversitas nasional yang harus dilindungi agar hasil riset dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.

Lindungi ragi tempe agar tidak disalahgunakan oleh pihak luar, sekaligus memaksimalkan manfaatnya bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait