Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemenhub Tingkatkan Pemantauan Infrastruktur Pelabuhan Usai Gempa NTT

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memantau dan memeriksa kondisi infrastruktur pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa 15 Agustus 2026. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menyatakan prioritas utama adalah keselamatan masyarakat dan petugas serta ketersediaan fasilitas transportasi laut yang aman. Instruksi diterima untuk meningkatkan pemantauan selama 24-48 jam di wilayah terdampak.

Pemeriksaan mencakup struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, hingga akses ke pelabuhan. Fasilitas dengan keretakan, deformasi, atau kerusakan struktural tidak dioperasikan hingga lulus pemeriksaan teknis.

Beberapa pelabuhan mengalami kerusakan: Pelabuhan Laurentius Say di Maumere mengalami roboh dermaka dan bangunan terminal penumpang, sementara di Labuan Bajo ditemukan keretakan pada dermaka dan bangunan kantor. Pelabuhan Marapokot mengalami penurunan elevasi dan keruntuhan pagar. Setelah BMKG mencabut peringatan tsunami, pelayaran kembali dibuka dan fasilitas dapat digunakan kembali. Pemeriksaan akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan konektivitas transportasi laut di NTT.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait