Kemenko Perekonomian Jelaskan Istilah Emas 'Bawah Bantal' 1.800 Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
Kemenko Perekonomian menjelaskan istilah 'emas di bawah bantal' yang menyebar yaitu metafora budaya menabung emas pribadi turun-temurun. Pemerintah menegaskan tidak ada rencana penyitaan atau pengambilalihan emas milik warga. Estimasi 1.800 ton emas warga senilai US$ 252 miliar (Rp 4.460 triliun) terpisah dari cadangan emas tambang nasional 3.600 ton. Wacana pemanfaatan 20 persen emas warga hanyalah kalkulasi potensi ekonomi, bukan kebijakan wajib. Pemerintah membangun ekosistem bullion nasional melalui Indonesia Bullion Market Association (IBMA) untuk memberi pilihan investasi resmi dan transparan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 10.00
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Segini
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 21.52
Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.02
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Luncurkan Fitur Cicil Tabungan Emas
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
Berita terkait
IBMA Petakan Industri Emas RI, Siapkan Usulan ke Pemerintah
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.47
Dolar AS Terpuruk, Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 07.52
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 16.41
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15