Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ekosistem bulion atau bank emas memberikan nilai tambah ekonomi dengan mengubah emas dari aset diam menjadi aset produktif dalam sistem keuangan. Layanan bank emas nasional pertama kali diluncurkan pada Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kurang dari setahun beroperasinya, ekosistem bulion telah mengelola sebesar 153 ton emas senilai Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS. Airlangga menekankan bahwa potensi pengembangan ekosistem bulion masih sangat besar mengingat tingginya minat investasi emas sebagai aset aman (safe haven), terutama melalui produk seperti Exchange-Traded Fund (ETF) yang memungkinkan perdagangan di bursa efek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 14.04
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 04.00
Kata Ekonom soal Simpanan Emas Warga RI Capai 1.800 Ton
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.40
RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
Berita terkait
CIO Danantara Temui Menkeu Suahasil, Ini yang Bahas
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 14.41
Tepat HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp6,16 Triliun
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.45
Pemerintah Dapat Rp28,8 T Hasil Lelang Surat Utang, Yield Capai 7,29%
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.50
Airlangga Ungkap 160 Ton Emas Masuk Bullion Bank Pegadaian dan BSI
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.20