Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ekosistem bulion atau bank emas memberikan nilai tambah ekonomi dengan mengubah emas dari aset diam menjadi aset produktif dalam sistem keuangan. Layanan bank emas nasional pertama kali diluncurkan pada Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kurang dari setahun beroperasinya, ekosistem bulion telah mengelola sebesar 153 ton emas senilai Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS. Airlangga menekankan bahwa potensi pengembangan ekosistem bulion masih sangat besar mengingat tingginya minat investasi emas sebagai aset aman (safe haven), terutama melalui produk seperti Exchange-Traded Fund (ETF) yang memungkinkan perdagangan di bursa efek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.45
Harga Emas 24 Karat Stabil 21 Agustus 2026, Pilihan Investasi Menarik!
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.48
Harga Emas Terbang 128%, 1 dari 3 Warga Inggris Menyesal Tak Investasi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
1.800 Ton Emas Warga Masih Disimpan di Rumah, Nilainya Capai Rp4.460 Triliun
Berita terkait
Dorong Ekonomi Nasional, IBMA Siap Tancap Gas Percepat Pendalaman Pasar Bulion
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 15.06
Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.35
Emas Tersimpan di Rumah Warga RI Diproyeksi 1.800 Ton, Setara Rp 4,47 Kuadriliun
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 12.34
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, 11 Industri Resmi Meluncurkan Asosiasi IBMA
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 11.45