Kemenperin Kembali Raih Opini WTP, Jadi yang ke-18 Sejak 2008
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334719/original/056185900_1787894963-BPK.2.jpeg)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025, menjadi opini WTP ke-18 secara berturut-turut sejak TA 2008. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan capaian ini sebagai amanah untuk menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara. Meskipun demikian, Kemenperin tetap komitmen menindaklanjuti semua rekomendasi BPK dengan respons maksimal 60 hari dan pemantauan berkala oleh Inspektorat Jenderal.
Sejak 2005, BPK telah mengirimkan 590 rekomendasi kepada Kemenperin, semuanya telah ditindaklanjuti hingga Semester II 2025. Di tengah peningkatan tata kelola, industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan 5,32% yoy pada KII 2026, menyumbang 16,83% PDB (Rp1.102,88 triliun). Investasi sektor mencapai Rp199,48 triliun (38,98% dari total investasi nasional), sedangkan ekspor mencapai US$115,50 miliar (82,03% dari total ekspor).
Indeks PMI Manufaktur naik dari 46,9 (Juni) menjadi 50,2 (Juli 2026), masuk zona ekspansi. Tenaga kerja sektor manufaktur mencapai 19,99 juta orang. Agus menegaskan kinerja industri harus diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.
Bagikan
Berita terkait
BNPP Raih Opini WTP ke-12 dari BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2025
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.49
Kemenko Perekonomian pertahankan opini WTP 18 tahun berturut-turut
ANTARA News · 25 Agustus 2026 pukul 15.32
Rekomendasi BPK Dituntaskan 100%, MK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 14.17
Selesaikan 100 Persen Rekomendasi BPK, Tata Kelola Keuangan MK Dinyatakan WTP
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.31