Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemenperin Ungkap Kontribusi Industri Halal Tembus Rp 1.102 T

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kontribusi industri halal mencapai Rp 1.102 triliun atau 50,55% dari Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) pada semester I-2026. Indonesia memiliki pasar domestik sekitar 252,8 juta jiwa (87,14% penduduk muslim) dengan konsumsi rumah tangga masyarakat muslim mencapai Rp5,974,9 triliun. Ekspor industri halal mencapai USD35,72 miliar dengan industri makanan dan minuman sebagai kontributor terbesar.

Generasi muda ditegaskan memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan masa depan industri Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan berani berinovasi. Industri halal menawarkan ruang besar bagi generasi muda untuk berkreasi sebagai pencipta teknologi, inovator, wirausaha, dan pemilik jenama nasional.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2025/2026, konsumsi umat muslim pada enam sektor ekonomi syariah mencapai US$2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan menjadi US$3,56 triliun pada 2029. Indonesia berada peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia dengan posisi unggul di modest fashion (peringkat 1), makanan halal (peringkat 3), farmasi dan kosmetik halal (peringkat 4). Contoh inovasi yang diwujudkan adalah Smart Batik Indonesia yang memperoleh Indonesia Halal Industry Awards 2025.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait