Kementan Gandeng UGM-BRIN Perkuat Hilirisasi Hortikultura untuk Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng BRIN, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dan pelaku usaha dalam Pertemuan Kolaborasi Penguatan Ekspor dan Hilirisasi Komoditas Hortikultura di Yogyakarta (10/9). Kolaborasi ini menekankan pentingnya integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir, mulai dari standar bahan baku, teknologi pascapanen, karantina, hingga penetrasi pasar ekspor. Tantangan utama meliputi durasi masa simpan, konsistensi mutu, dan regulasi fitosanitari negara tujuan.
BRIN memaparkan teknologi iradiasi electron beam di Cikarang untuk mangga, salak, dan buah naga, didukung pedoman nasional dan peningkatan kapasitas inspektur. Teknologi freeze drying dipakai meningkatkan nilai tambah melalui pengeringan tanpa mengurangi nutrisi. Produk olahan seperti nangka, durian, salak, nanas, dan pisang berhasil masuk pasar Malaysia, Singapura, UAE, Inggris, dan Arab Saudi.
FTP UGM melakukan riset analisis nutrisi dan senyawa fungsional untuk karakterisasi produk unggulan. Dalam pertemuan, tim BRIN dan Kementan melakukan peninjauan fasilitas PT Oneject Indonesia. Identifikasi komoditas prioritas dan kelompok tani potensial dilakukan untuk memastikan kepastian mutu dan transparansi rantai pasok.
Bagikan
Berita terkait
Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Percepat Hilirisasi Inovasi Nasional
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 14.42
Ancaman Megathrust, Titiknya Bisa Dideteksi, Waktu Kejadian Tetap Misteri
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 14.00
Mengenal Rusal, Raksasa Aluminium Rusia yang Siap Masuk Kalimantan
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 21.16
Kisah Bagas, Mahasiswa UGM yang Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 12.52