Kenapa Pidato Prabowo Selalu Blunder? Said Didu Singgung Dua Kemungkinan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026 sempatkan menimbulkan kekeliruan. Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan seorang warga bernama Susana sebagai penerima program PKH dan Sembako yang kini lebih baik secara ekonomi. Namun, ia menyebutkan bahwa Susana bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Kebenaran data ini kemudian dibantah; ternyata nama sebenarnya adalah Susanah, pekerjaannya menjahit kain perca, dan upahnya hanya Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu.
Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris BUMN, mengkritik keras kesalahan ini melalui akun X-nya. Ia menyatakan bahwa kesalahan dalam pidato kenegaraan presiden sangat disayangkan. Said Didu juga mempertanyakan proses pengolahan data yang diterima Presiden sebelum disampaikan ke publik. Menurutnya, kesalahan ini bisa disebabkan oleh kesalahan masukan dari bawahan atau keseleo lidah (slip of tongue).
Said Didu menegaskan bahwa meskipun kesalahan data perlu dikritik, publik juga harus memperhatikan substansi lain dari pidato Presiden yang bertujuan untuk kepentingan rakyat. Ia mengingatkan agar tidak hanya fokus pada kesalahan teknis, tetapi juga pada isi pesan yang disampaikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.02
Polemik 'Pengupas Bawang', GCP Minta Pembuat Naskah Pidato Prabowo Diusut
Berita terkait
Puji Pidato Prabowo, Anggota MPR Sebut Pemerintah Tengah Bangun Fondasi
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.48
Bertubi-tubi Kritik ke Pemerintah, tapi 2 Program Prabowo Ini Diakui Berhasil
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.10
Bertubi-tubi Kritik ke Pemerintah, tapi 2 Program Prabowo Ini Disebut Berhasil
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.10
Kaesang Tumpahkan Ekspresi Datar Saat Prabowo Bilang 'Pakar Goblok', Ini Respon PSI
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.52