Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Rp 111 Triliun, Perusahaan Perlu Perkuat Pertahanan Digital

Ancaman serangan siber semakin membimbangkan seiring perluasan penggunaan teknologi digital oleh perusahaan di Indonesia. Bank Indonesia memperkirakan kerugian akibat serangan siber mencapai Rp 111,02 triliun atau setara dengan USD 6,2 miliar. Estimasi ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta. Kerugian mencakup dampak seperti penyalahgunaan data, fraud, hingga scam. Serangan siber tidak hanya mengganggu sistem teknologi, tetapi juga berpotensi mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan secara langsung.

Transformasi digital yang cepat membuat perusahaan semakin bergantung pada teknologi seperti cloud, aplikasi bisnis, konektivitas antar kantor, sistem pembayaran, dan layanan digital terhubung. Semakin banyak sistem yang saling terhubung, semakin kompleks pula aspek keamanan yang perlu dikelola. Direktur PT Nusa Network Prakarsa Edward menekankan bahwa penggunaan teknologi digital harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan sistem keamanan yang memadai. Keamanan digital perlu diintegrasikan sejak perancangan dan pengembangan infrastruktur IT, mencakup network, endpoint, data, aplikasi, hingga pemantauan ancaman.

Edward juga menyampaikan bahwa transformasi digital memberikan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas layanan, namun juga meningkatkan kompleksitas lingkungan IT. Perusahaan perlu memahami aset digital yang dimiliki, bagaimana sistem saling terhubung, dan risiko dari setiap titik akses. Evaluasi terhadap infrastruktur menjadi langkah penting sebelum menentukan strategi pengamanan yang sesuai.

Berita terkait