Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis moneter Indonesia 1997-1998 menyebabkan nilai tukar Rupiah turun dari Rp2.000 menjadi Rp10.000-16.000 per dolar AS. Putra sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukamana (Mbak Tutut), mempercepat penawaran dolar AS dengan menukarnya ke rupiah. Ia memberikan US$50.000 serta 3 kg emas pribadinya. Anggota MPR seperti SBY menukar US$1.300, menteri dan pejabat lain ikut serta. Pengusaha seperti Aburizal Bakrie menyumbang US$100.000 masing-masing. Total sumbangan mencapai US$650.000 pada awal Januari 1998. Namun gerakan ini dianggap tidak cukup untuk menambal kebutuhan devisa miliaran dolar AS. Rupiah terus melemah, harga pokok naik, dan demonstrasi massal di Mei 1998 berujung kerusuhan. Rezim Orde Baru Soeharto berakhir pada 21 Mei 1998.
Bagikan
Berita terkait
Prediksi Rupiah Pekan Ini: Dolar AS Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah
JawaPos · 13 September 2026 pukul 09.45
Video: Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 18.00
Video: Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.00
Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.611 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 18.10