Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Video: Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

Di tengah rencana Departemen Keuangan AS untuk membeli kembali surat utang sebesar USD 6 miliar, yield US Treasury naik signifikan. Pada akhir perdagangan Rabu (9/9), yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,845% dan 30 tahun mencapai 5,295%, sebagaimana dilaporkan data Refinitiv. Lonjakan ini mencerminkan penurunan kepercayaan investor terhadap pengelolaan keuangan AS, terutama di tengah ketegangan AS-Iran.

Menurut Maesaroh, ekonomis CNBC Indonesia Research, lonjakan harga US Treasury sekaligus peningkatan yield menunjukkan ketidakpastian pasar. Investor global cenderung menarik dana dari aset berisiko tinggi, termasuk di pasar emerging markets seperti Indonesia.

Dampaknya terhadap pasar keuangan global, termasuk SBN dan rupiah, diperkirakan cukup besar. Yield yang tinggi di AS dapat menarik aliran modal kembali ke AS, melemahkan permintaan terhadap mata uang dan surat utang negara-negara berkembang. Rupiah berpotensi mengalami tekanan depresiasi, sementara SBN dapat mengalami penurunan likuiditas pasar sekunder.

Berita terkait