Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Mata Akal dan Mata Hati Bangsa Kehilangan Jarak

Artikel ini menyinggakan pentingnya kemerdekaan akademisi dan pemimpin agama sebagai 'mata akal' dan 'mata hati' bangsa. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang kuat biasanya memiliki lembaga pengetahuan dan moral yang mandiri dari kekuasaan pemerintah. Jepang pada era Meiji dan laporan Murray tentang universitas menegaskan bahwa pengetahuan harus bebas untuk mengoreksi kebijakan negara. Sebaliknya, Jerman Nazi dan Indonesia di bawah Orde Baru menunjukkan bahaya ketika akademisi dan agama terlalu bergantung pada kekuasaan, sehingga kehilangan kemampuan untuk mengatakan 'negara sedang salah'.

Berita terkait