Kimia Farma Dapat Lisensi Roche, Siap Produksi Obat Antivirus Influenza
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kimia Farma (Persero) Tbk berhasil mendapatkan sublisensi dari Medicines Patent Pool (MPP) untuk mengembangkan dan memproduksi versi generik Baloxavir marboxil, obat antivirus influenza dari Roche. Kesepakatan diberlakukan 25 September 2026 dalam rangkaian UNGA New York, memberi Kimia Farma akses data teknis, produk referensi, dan dukungan registrasi di Indonesia. Hanya 11 perusahaan global terpilih, dengan Kimia Farma satu-satunya dari Indonesia. Sublisensi ini memperkuat kapabilitas manufaktur dan regulasi Kimia Farma serta mendukung ketahanan pasok obat antivirus nasional. Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, menyatakan langkah ini strategis untuk meningkatkan daya saing industri farmasi Indonesia. Produksi lokal diharapkan mengurangi ketergantungan impor, terutama saat terjadi gangguan rantai pasok global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.25
Korban Influenza Meroket, Kimia Farma (KAEF) Kembangkan Anti Virus Ini
Berita terkait
Video:Bos Bio Farma Soal Impor Bahan Baku - Jurus Tekan Biaya Produksi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.06
Transformasi Berjalan Mulus, Bisnis Kimia Farma (KAEF) Makin Membaik
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 17.36
Video: Tidak Bisa Diselamatkan, Anak Usaha Indofarma Terpaksa Pailit
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.00
Buka-Bukaan, Begini Strategi Danantara Poles Kinerja BUMN Farmasi
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 17.21