Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kini Teriak Dnasti Politk, Dulu PDIP Sempat Ngarep Gibran Jadi Cawapres

Penulis Warta Ekonomi asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, menyoroti kontradiksi sikap kader PDIP terkait dinasti politik. Ia mengingatkan bahwa PDIP pernah berharap Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres pada Pilpres 2024, sebelum Gibran akhirnya berpasangan dengan Prabowo Subianto. Namun, kini justru banyak kader PDIP yang menentang keras pencalonan Gibran, meski sebelumnya tidak keberatan. Menurutnya, sikap ini justru kontradiktif karena PDIP dulu tidak menolak keberadaan dinasti politik ketika Gibran masih menjadi anggota partai.

Pada Pilpres 2024, Gibran ditawarkan oleh Partai Golkar sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil dalam Rapimnas Golkar pada 21 Oktober 2023, dipimpin Ketua Umum Golkar saat itu, Airlangga Hartarto. Dengan demikian, Gibran resmi mendaftarkan diri ke KPU sebagai cawapres, sekaligus menandai akhir dari keanggotaannya di PDIP. PDIP sendiri baru menerbitkan surat pemecatan resmi terhadap Joko Widodo dan Gibran pada Desember 2024, sebagai sanksi etika setelah proses pemilu selesai.

Hasyim menekankan bahwa banyak kader PDIP kini justru lebih vokal menentang dinasti politik, padahal sebelumnya mereka rela mendukung atau tidak menentang keberadaan Gibran dalam politik. Ia menilai sikap ini justru menunjukkan ketidakkonsistenan, terutama mengingat PDIP dulu tidak menentang keras pencalonan Gibran ketika masih di internal partai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait