Kader PDIP Minta Negara Buka Ijazah Gibran: Siapa yang Tanggung Jawab Terbitkan Penyetaraannya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kader PDI Perjuangan Novita Gulo mempertanyakan proses penyetaraan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berasal dari luar negeri. Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar hukum, parameter akademik, dan mekanisme penerbitan penyetaraan tersebut. Novita menyoroti bahwa jika dokumen pendidikan luar negeri hanya berlangsung sekitar enam bulan dan kemudian diterbitkan surat pernyataan dengan jenjang SMK, proses penyetaraannya perlu dijelaskan secara transparan. Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal politik, tetapi juga terkait administrasi dan kepastian hukum. Menurutnya, masyarakat berhak tahu aturan yang digunakan dalam penentuan kesetaraan jenjang pendidikan tersebut, terutama jika dokumen tersebut digunakan untuk memenuhi syarat dalam kontestasi politik. Novita juga membandingkan proses ini dengan anak sekolah di Indonesia yang harus melalui kurikulum dan ujian praktik bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan ijazah. Ia menegaskan bahwa tuntutan transparansi ini bukan bentuk permintaan perlakuan khusus kepada Gibran, tetapi upaya memastikan standar administrasi dan pendidikan berlaku setara bagi seluruh warga negara. Dalam negara hukum, yang diminta bukan perlakuan istimewa, tetapi perlakuan yang sama bagi seluruh rakyat.
Bagikan
Berita terkait
Kader PDIP: Ini Bukan Soal Suka atau Tidak Suka ke Gibran, Ini Soal Keadilan dan Standar Pendidikan
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 03.40
Legislator PDIP Soroti Permasalahan Desil, Potensi Buat Anak Indonesia Putus Sekolah
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 13.05
KPK Ingatkan Risiko Korupsi di Perguruan Tinggi, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 11.07
PDIP Soal Kebijakan Guru Cicip MBG: Obatnya Sama, Penyakitnya Makin Parah
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 10.23