Kisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta Petunjuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sudono Salim, pendiri Salim Group, dikenal sebagai konglomerat bisnis raksasa di Indonesia. Di balik kesuksesannya, ia dikenai kisah spiritual yang unik. Salim rutin berkunjung ke Gunung Kawi di Jawa Timur untuk mencari petunjuk gaib dan fatwa spiritual sebelum mengambil keputusan bisnis besar. Ia percaya bahwa nasihat dari peramal di kuil Tionghoa harus diikuti secara mutlak untuk menghindari keputusan yang berujung pada kegagalan.
Salah satu momen penting dalam kariernya terjadi pada 1975 ketika ia bertemu Mochtar Riady dalam penerbangan ke Hong Kong. Dalam perbincangan tersebut, Salim memutuskan untuk mengajak Riady mengelola Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA. Keputusan ini didorong oleh keyakinan spiritualnya setelah berkunjung ke Gunung Kawi, di mana ia mendengar bahwa ia akan menjadi "Tang Sheng" untuk Riady.
Salim juga dikenai keputusan memilih kantor sempit di Jakarta pada 1968, meskipun ia bersama kelompok elit lainnya, termasuk Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, yang ingin memilih ruang yang lebih mewah. Salim bersikeras memilih ruangan sempit dengan keyakinan bahwa lokasinya memiliki feng shui yang membawa keberuntungan. Keputusan ini ternyata menjadi fondasi yang kokoh bagi ekspansi Salim Group hingga kini.
Bagikan
Berita terkait
Konglomerat RI Ini Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Begini Kisahnya
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 11.20
Rajin Datangi Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Jadi Konglomerat
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 21.45
Pengusaha Rajin Bolak-balik ke Gunung Kawi, Sukses Jadi Konglomerat
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 08.15
Rajin Bolak Balik Ke Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Ini Jadi Konglomerat
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.06