Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

KNTI Bawa Isu Nelayan Kecil Indonesia ke Forum Internasional FAO di Roma

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) akan mengikuti 3rd Small-Scale Fisheries Summit (SSF Summit) 2026 yang diselenggarakan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di Roma, Italia, pada 4-6 September 2026. KNTI akan mempresentasikan pengalaman Indonesia dalam implementasi National Plan of Action for Small-Scale Fisheries (NPOA-SSF) melalui Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perikanan Skala Kecil (RAN-PPSK). Ketua Umum KNTI Dani Setiawan menekankan perlunya perubahan paradigma kebijakan perikanan dari pendekatan berbasis program menuju pendekatan berbasis hak (rights-based approach), agar nelayan menjadi pemegang hak dan pemerintah sebagai pemangku kewajiban.

Dani menyampaikan bahwa RAN-PPSK harus menjadi instrumen nyata untuk melindungi dan memenuhi hak nelayan skala kecil, bukan sekadar dokumen kebijakan. Ini penting mengingat Indonesia sebagai negara kepulajang dengan komunitas nelayan kecil yang signifikan, namun kontribusinya belum sejalan dengan tingkat kesejahteraan. Menurut data Bank Dunia, sekitar 64,2 persen dari 288 juta penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan, banyak di antaranya di wilayah pesisir. Pada 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa sekitar 70 persen dari hampir 200 kabupaten/kota yang termasuk sangat miskin berada di wilayah pesisah.

KNTI juga akan membawa isu partisipasi nelayan dalam proses penyusunan kebijakan ke forum internasional. Dani menekankan bahwa partisipasi nelayan harus dilihat dari pendekatan partisipasi bermakna, di mana suara dan kepentingan nelayan benar-benar memengaruhi keputusan akhir dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan, bukan hanya dari jumlah atau persentase kehadiran dalam konsultasi publik.

Berita terkait