Komisi XI DPR Soroti Data Desil Tak Akurat: Diperbaiki Lewat Sensus Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XI DPR soroti ketidakakuratan data desil DTSEN yang perlu diperbaiki lewat Sensus Ekonomi 2026. Masalah ini penting untuk menghindari negara masuk jenjang menengah yang belum tercapai, sekaligus memastikan penyaluran perlindungan sosial dan subsidi energi lebih tepat sasaran. Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan data DTSEN sedang diukur ulang dengan parameter detail agar dapat mereferensikan angka yang lebih aktual. Pendapatan per kapita Indonesia saat ini sekitar USD 6.000, jauh dari standar negara maju USD 23.000. Desil yang akurat menjadi tolok ukur utama untuk menentukan penerima bantuan sosial, bantuan pangan, dan subsidi. Meski BPS tidak lagi di bawah pengawasan Komisi XI, parlemen tetap mengawal perbaikan data karena berkaitan langsung dengan pos anggaran negara.
Bagikan
Berita terkait
RAPBN 2027: Anggaran Perlinsos Rp 549 T, Buat Bagi Sembako hingga Iuran JKN
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 10.36
Daftar Program Bansos Ini Cair pada 2027, Anggarannya Rp549,9 T
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.00
Purbaya: Program MBG Sudah Habiskan Rp101,1 T APBN
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 19.32
Kemenkeu Klarifikasi Anggaran BPS Rp 7 Triliun: Bukan Cuma untuk DTSEN
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.56