Kondisi Internal Pertahanan AS Disebut Banyak Tergerus, Bingung Menentukan Prioritas Pendanaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kesiapan pertahanan Amerika Serikat tengah menghadapi berbagai tekanan, terutama dalam menghadapi ancaman serangan udara dan rudal balistik Iran. Menurut Brigjen RJ Mikesh dari Angkaran Darat AS, efisiensi biaya pengadaan senjata, khususnya rudal, semakin penting untuk menghadapi ancaman modern. Produksi rudal yang efisien dan dalam jumlah cukup dianggap krusial dalam perang kontemporer.
Keterbatasan kapal perusak kelas Arleigh Burke juga menjadi titik lemah kunci. Kapal-kapal ini menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan maritim AS, namun jumlahnya yang terbatas memaksa militer untuk meninjau kembali prioritas penggunaannya. Kekurangan kapal perusus ini berpotensi memengaruhi fokus keamanan nasional AS, termasuk keputusan Kepala Komando Eropa AS untuk lebih memprioritaskan perlindungan wilayah daratan AS.
Di sisi lain, stok rudal pencegat THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) juga mengkhawatirkan. Departemen Pertahanan AS melaporkan bahwa stok THAAD tersisa kurang dari 300 unit. Untuk memulihkan kemampuan ini, AS memberikan kontrak senilai US$211 juta kepada Lockheed Martin untuk produksi peluncur sistem THAAD Konfigurasi 3 bagi Uni Emirat Arab.
Bagikan
Berita terkait
Pentagon Luncurkan Project Meridian, Taktik Canggih Perang Masa Depan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 09.49
Komponen Jet Tempur Siluman F-35 Jatuh ke Tangan China, Lockheed Martin: Itu Tak Guna!
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 07.47
Komponen Jet Tempur Tercanggih AS Jatuh ke Tangan China
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.00
Adu Kuat dengan China, AS Pamer Rudal Rahasia Buat Jet Tempur F-35
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.50